Minggu, 14 Juli 2013

'Hepeng do na MANGATUR negara on'

Topik sarapan saya pagi ini… 

orang orang yang ditempatkan diposisi/divisi ‘basah’ dalam sebuah perusahaan:)) bukan ‘basah’ karena air tapi ‘basah’ secara uang.. #nahloh 

Kalau ditelusuri, pasti awalnya dari cipratan dinikmati bersama, lalu mulai egois dinikmati sendiri sampai akhirnya kecanduan. yak, orang Batak said ‘hepeng do na mangatur negara on’ artinya bahwa uang lah yang memegang kunci kehidupan kita.. 

pasti ada banyak pendapat tentang ‘seberapa pentingnya uang untuk hidup kita’ tentu tidak ada yang salah jika kita mencinta uang asal jangan diperhamba‘olehnya’ artinya,kita lah yang mengatur & menontrol uang, bukan sebaliknya. Jangan melakukan apapun demi uang tapi berlakulah bijak untuk mendapatkan uang.. 

semua memang butuh ‘uang’ right, but think again.. apakah kita akan menggantikan harga diri demi si ‘uang’ ?? atau masa depan kita ?? 

uang pasti selalu cukup berapapun nominal yang kita miliki asal kita yang memegang kendali bukan sebaliknya. 

lalu bagaimana jika kebutuhan kita meningkat ? atau keinginan/ selera kita meningkat ? nominal uang harus meningkat dong, tapi penghasilan tetap sama.
Maka pikirkanlah hal yang bijak untuk mendapatkan uang dengan cara yang positif. mencari pekerjaan baru, membuka usaha, investasi, menabung dan masih banyak cara lain yang ‘positif’. 

Tapi, ketika kita terlalu malas untuk bekerja/berpikir mendapatkan uang dengan positif, maka jalan pintas menjadi pilihan, terkadang jalan pintas itu sudah tersedia sebelumnya dan kita mulai mencoba.   


ketika uang yang kita miliki diambil dari hak orang lain maka suatu saat kita pasti akan membayar jauh lebih mahal dari yang kita nikmati. 
banyak kasus, banyak bukti nantinya akan ditukar dengan harga diri kita. 
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga !! (pepatah kuno)


Hepeng do na MANGATUR negara on, tetapi kita yang MEMEGANG kendali !!
                                                              
- jelita -


Tidak ada komentar:

Posting Komentar