Rabu, 05 Maret 2014

Happy anniversary my dear cincin..


wajahku begitu sumringah menyambut hari itu, March 3, 2013. rasanya tak sabar menunggu pagi dan Berdandan secantik mungkin untuk menyambutmu. iya, aku bahagia, sangat bahagia.. 

aKU sedang tidak menyalahkan siapapun atas kita.. tidak kamu tidak juga aku !!  hanya ingin menikmati moment ini, sendiri, ya sendiri karena tidak ada kamu. 
membayangkan pertunangan kita di depan seluruh keluarga dan mendapat doa yang tulus dari mereka.. aku merindukanmu„ sangat !! aku bisa merasakan kebahagiaan yang sama, melihatmu tersenyum, memelukku dengan tulus,. iya, kita bahagian waktu itu.. 
aku masih simpan cincin itu, ikatan cinta kita, bukti cinta, janji untuk saling mencintai dan setia menunggu sampai hari pernikahan kita tiba. 
ANGGAP saja kita sedang berpetualang, mencari kebahagiaan sendiri, berusaha mengenal orang lain, sibuk dengan masa depan, tak punya waktu untuk saling memperhatikan, fokus masa depan dan blaaa..blaaa.. Anggap saja seperti itu !! 
KAPAN kamu kembali..? aku menunggumu. kita kan sudah Janji untuk hidup berdua, menikah, punya anak dan hidup bahagia. aku masih menunggumu..sungguh !! temui aku jika kamu kembali…
happy anniversary.. ^^

Jumat, 02 Agustus 2013

Perbincangan singkat dengan yang namanya 'calon mertua' (katanya) !!
tapi ko anaknya malah yang ga jelas sekarang (loh) 


Minggu, 28 Juli 2013

Praying Together of a Couple..


5 Benefits of Praying Together of a Couple

Posted by  on Mar 17, 2013 in Devotion | 2 comments
Praying Together
“Is prayer your steering wheel or your spare tire?” Corrie Ten Boom
That is a provocative question.  For many of us, prayer is an afterthought, or something we do when facing a crisis.  However, when we talk with God regularly, our relationship with Him deepens and we learn to recognize His fingerprints on our lives. Prayer in itself has huge benefits for us personally and likewise, when husbands and wives pray for each other, wonderful things can happen in our marriage.  However, when we take the time to actually pray together, the power of our prayers multiplies and so do the benefits. 
“I also tell you this: If two of you agree here on earth concerning anything you ask, my Father in heaven will do it for you. For where two or three gather together as my followers, I am there among them.” (Matthew 18:19-20)
 Prayer Strengthens the Bonds of Marriage
Prayer not only opens communication between you and God, it strengthens the bonds of marriage.  Studies have found the old adage, “Couples that pray together, stay together” to be true.  In a recent poll from Gallup it was revealed that “among married couples who attend church together regularly, the divorce rate is one out of two. That is the same statistic for marriages outside the church. However, among married couples who pray together daily, the divorce rate drops to one out of 1,153.”  Prayer reinforces the connection between couples and as a result, their marriages are strengthened!
Prayer Encourages Unity
As we come before God as a couple, we are coming as a team and reminding ourselves that we are on the same side.  Team players have common goals and direction.  Praying together reinforces those goals and that connection.  When we offer our prayers to God together we are naturally aligning our hearts as couples for one shared hope and outcome.
Prayer Promotes Emotional Intimacy
Sharing our desires and deepest longings with each other in prayer gives one another an intimate glimpse into the other person’s heart. The tender moments that are created when our hearts are open and vulnerable to each other grow our love and level of intimacy in our relationship.
Prayer Invites God into Your Relationship
When God is at the center of our marriage, we have a “built in” compass and guide.  God gives direction and wisdom that we as couples long for in our relationship.  By praying together we are inviting God into our marriage and welcoming His hand on our lives. He will bring healing and joy as He tenderly leads us on the path He has set out for us.
Prayer Changes Marriages
Praying together cannot help but change our marriages for the better.  The connection that develops and grows when we pray together deepens our love and strengthens the bond in our relationship.  Marriages that are struggling or in crisis can be mended when God is at its center.  He is always faithful and wants the best for us.  Even good marriages can be made great when we are open to God’s leading and direction through prayer.  As Corrie Ten Boom suggested above, I don’t want prayer to be used only when something huge or catastrophic is happening in our marriage.  I want it to be the force drives us forward.  Regular prayer together will do just that…steer us by God’s hand toward a marriage that is both a blessing to us and to God.
Leaning upon Him,
Joan
www.thebeautyinhisgrip.com
www.watertowinemarriage.com 

Bahagianya bila tiap pagi bisa melipat tangan denganmu untuk berdoa dan mengucap syukur :)) semoga masa masa itu segera hadir..

Kamis, 25 Juli 2013

Andai saja aku bisa.. membencimu !!

Aku membenci..sangat benci
Aku marah.. sangat marah
Aku menyesal mengenalmu 
dan, kau tahu.. aku menyesal mencintaimu.. 


Andai aku bisa mengucapkan kata kata itu dengan lantang ditelingamu, memakimu dengan puas dan menamparmu dengan seluruh emosiku. 
Iya, akan aku lakukan.. Andai saja aku bisa.. :( 


Harusnya aku bisa melakukan itu karena kau sudah memulainya padaku, 
aku hanya perlu mencontek nya dan mempraktekkan padamu kan ?? 
Iya, akan aku lakukan.. Andai saja aku bisa.. :( 


Menyakitkan melihatmu melakukan semua itu dengan 'mudah'. Apa memang harus sejauh itu, kenapa kamu harus mengambil peran antagonis dalam hubungan kita ? kamu menyakitiku dengan semua ini. Beri aku kesempatan untuk berganti peran denganmu..
Iya, akan aku lakukan.. Andai saja aku bisa.. :(  


Tapi.. aku tidak pernah bisa !! 
lebih tepatnya, aku tidak mau melakukan itu !!
karena Tuhanku mengajarkan untuk 'selalu bersyukur'.
Dia memaksaku untuk tetap mengasihimu dan mengingat hal hal baik tentangmu. 


Aku melakukannya Tuhan, 
tidak membencinya dalam hatiku. 
Aku hanya sedang belajar melupakan 'hal buruk itu' 
berusaha utuk menghapusmu dari hidupku
Iya, akan aku lakukan.. Andai saja aku bisa.. :( 


Kamu juga harusnya bersyukur, karena aku punya Tuhan.. 
sehingga kamu tidak perlu merasakan hal buruk dalam hidupmu
Aku akan menikmati 'hal buruk' pemberianmu ini sebagai alunan hidup
terimakasih telah melatih kesabaranku dan menguji seberapa besar aku mengasihimu. 




Aku ingin membencimu, tetapi Tuhan mengingatkanku untuk tetap mengasihimu !! 

Kamis, 18 Juli 2013

Saya sedang belajar ber DOA..

doa..doa..doa..doa..doa.. 

saya sedang belajar berdoa, yah belajar. 
padahal, saya tau cara untuk berdoa, kepada siapa saya berdoa, kenapa saya harus bedoa, apa yang saya doakan dan blaaa..blaa... 


kesimpulan singkat, saya tau banyak tentang doa, ehhh tidak-tidak, hanya tau sedikit *takut dibilang sok rohani* Tapi saya tau doa ko, beneran. bisa saya jabarkan loh!! 
yang saya tau, prinsipnya adalah :  'berdoalah jika kamu menginginkan sesuatu' 


Dari kecil, saya sudah diajarkan tentang doa. Di rumah, di sekolah, dan di gereja. Mama selalu punya jawaban jitu untuk semua rengekan rengekanku, 'berdoa saja sama Tuhan'. waktu itu saya bahkan sering melakukannya. Saya berdoa untuk mainan masak masakan yang baru, majalah bobo, sepatu baru, baju natal, uang jajan, diajak jalan jalan, dan blaa..blaa... semua hal saya doakan, karena kata mama Tuhan pasti jawab. 


Tapi ternyata Tuhan tidak selalu menjawab 'YA' . Sering dijawab 'TIDAK' bahkan kadang digantung, disuruh menunggu tanpa pasti *di PHP in* -.- 


heran nya, saya tetap berdoa meskipun tak selalu mendapat jawaban 'Ya'. Meskipun saya termasuk orang yang tidak suka menunggu, NAMUN saya tetap setia berdoa dan menanti jawaban yang tak pasti. Terkadang saya harus mengeluarkan jawaban jitu untuk setiap doa yang belum dijawab : 'Tuhan pasti sedang memberikan yang jauh lebih baik dari yang saya doakan'  yah, jawaban jitu ini selalu berhasil membuat saya untuk terus rajin berdoa, berpengharapan dan bersemangat. 


Saat saat sukar 'Doa' menjadi sahabat terbaik.Tuhan terasa sangat dekat. Saya bahkan bisa membayangkan Tuhan yang dengan sengaja membiarkan berbagai penderiataan datang lalu dengan bahagianya tertawa. Yah, Tuhan terlihat begitu bahagia melihat saya berjuang sendiri, mencoba mengandalkan kekuatan saya hingga pada akhirnya saya menyerah dan meminta pertolonganNya. 


Terkadang saya juga marah ko bahkan menyalahkanNya atas semua hal. Kenapa begini, begitu, harus berapa lama,.. Kadang juga menuntut, saya kan selalu mempercayakan hidup saya kepadaNya, tapi kenapa Dia tidak pernah memberikan hidup yang enak. selalu saja ada pelajaran pelajaran yang menyakitkan yah walaupun bermakna pada endingnya. ternyata, karena Dia guru terbaik, katanya 'kalau dikasih yang enak enak terus jadinya malah manja, minta disuapin terus, apa apa minta, merengek, ngambek, ngancem and blaa..blaa... jadi, jangan heran kalau ikut Dia didikannya 'keras'. hal lain yang membuat saya tetap hidup dalam Dia adalah' karena Dia lah yang menciptakan saya, jauh dalam kandungan Dia sudah merancang hidup dan masa depan terbaik untuk saya, jadi wajar saja kalau Dia mengenal saya melebihi diriku sendiri. 


Sekarang saya sangat paham, ketika dengan jujur Dia mengijinkan masalah demi masalah muncul sehingga membuat saya tertekan, lemah bahkan sampai menyerah. Karena Dia tau kemampuanku, seberapa kuat aku bisa berjuang dan mengandalkan kemampuanku sendiri. 


Lalu Dia jujur dan mengingatkan saya bahwa Dia rindu saya memanggilnya 'Bapa' Dia rindu melihat air mata tulus dan tangisan tangisan manja dari seorang anak. iyah Tuhan, pada akhirnya saya pasti akan menangis, berlutut, menutup mata, melipat tangan dan Berdoa kepadaMu... 


Mungkin jawaban doa tidak selalu 'Ya' tapi saya tetap belajar untuk tekun. 
Seorang sahabat berkata : 
1. Doa itu, sekalipun tidak tampak apa apa, bukan berarti tidak ada apa apa
2. Doa berkuasa untuk mengubah segala sesuatu  


Jawaban doa selalu ada walau apapun bentuknya. Saya sedang belajar berdoa tanpa memaksaMu memberi jawaban 'YA', karena Kau lebih tau yang saya butuhkan bukan yang saya inginkan. 






Jangan berhenti, berdoalah sampai sesuatu terjadi !!

Rabu, 17 Juli 2013

Kita memang JAUH, iya.. kamu dan aku paham itu !!

tapi ini pilihan kita kan, long distance relationship… dengan jarak yang jauh diantara kita.


untuk menyentuhmu saja aku harus menunggu 12 bulan bahkan mungkin lebih. kamu tau kan, banyak moment yang membuatku sangat merindukanmu.
aku harus melatih penciumanku setiap saat untuk menyimpan aroma tubuhmu, melihat foto mu berkali kali untuk mengingat senyummu, memanggil namamu, medengar suaramu, memutar ulang vidoe tentang kita, semuanya yang berhubungan denganmu pasti aku lakukannya setiap hari, agar aku tidak melupakanmu.. 


iyah aku tau, kamu juga melakukan hal yang sama denganku.  
kita sama sama berjuang kan untuk hubungan ini ??? sungguh ?? kita masih ada dalam satu tujuan kan..?? 






Distance means nothing when I have you.. It will survive as long as the feelings are still there :)





Senin, 15 Juli 2013

Yang ngakunya SAUDARA ???


Bilang nya ‘saudara’  tapi.. belum bantu saja sudah banyak embel bla..bla..bla..

Tapi..
kalau tidak dianggap saudara saya dibilang ‘DURHAKA’
lalu mau nya apa sih.. *tanya dinding*

Sering dibilangin, itu saudara kita loh, ini saudara, yang disana, disini juga saudara’ kalau saudara harus saling tolong *kata mama*
kalau ada apa apa bilang aja, pasti saya bantu *kata yang namanya saudara*

tapi…
mau nya minta bantu doang, minta dimengerti, minta ditolong, minta dihargai sebagai ‘saudara’ 
KALAU DIBALIK.. jagonya bikin drama lalu akting.. saya juga sedang sedih, sedang ada masalah, butuh biaya, harus ini/itu blaa..blaa..blaa.. #loh

ini kenyataan yang saya alami, bahwa yang label nya saudara malah lebih merepotkan tapi TIDAK mau direpotkan. hanya beberapa saja yang mau ‘pura pura’ direpotkan asal ada untungnya.
yak.. label ‘saudara’ ditempel tapi saat dilepas bikin ulah untuk cari perhatian. mau nya apa sih..??

yang menakjubkan, malah orang lain ‘tanpa label saudara’ yang membantu dengan tulus, memberi perhatian, rela direpotkan tapi tidak acting atau mendramatisir.

saudara..ohh saudara…

aku sudah memulainya loh menjadi saudara yang BAIK dan akan tetap baik walaupun ga dibalas #talktomyself*

saya sudah bisa menyimpulkan, orang yang akan membantu saya bukan saudara tapi ORANG LAIN  ‘tanpa label saudara’ jadi tidak perlu kecewa..

saya sedang menunjukkan arti ‘label saudara’ biar ga cuman nempel tapi bermakna.. Yah setidaknya kamu malu jadi ‘saudara’

lihat saya ‘hei saudaraku’ saya akan menjadi GURU yang baik untukmu karena kamu memberi saya banyak pengalaman…