doa..doa..doa..doa..doa..
saya sedang belajar berdoa, yah belajar.
padahal, saya tau cara untuk berdoa, kepada siapa saya berdoa, kenapa saya harus bedoa, apa yang saya doakan dan blaaa..blaa...
kesimpulan singkat, saya tau banyak tentang doa, ehhh tidak-tidak, hanya tau sedikit *takut dibilang sok rohani* Tapi saya tau doa ko, beneran. bisa saya jabarkan loh!!
yang saya tau, prinsipnya adalah : 'berdoalah jika kamu menginginkan sesuatu'
Dari kecil, saya sudah diajarkan tentang doa. Di rumah, di sekolah, dan di gereja. Mama selalu punya jawaban jitu untuk semua rengekan rengekanku, 'berdoa saja sama Tuhan'. waktu itu saya bahkan sering melakukannya. Saya berdoa untuk mainan masak masakan yang baru, majalah bobo, sepatu baru, baju natal, uang jajan, diajak jalan jalan, dan blaa..blaa... semua hal saya doakan, karena kata mama Tuhan pasti jawab.
Tapi ternyata Tuhan tidak selalu menjawab 'YA' . Sering dijawab 'TIDAK' bahkan kadang digantung, disuruh menunggu tanpa pasti *di PHP in* -.-
heran nya, saya tetap berdoa meskipun tak selalu mendapat jawaban 'Ya'. Meskipun saya termasuk orang yang tidak suka menunggu, NAMUN saya tetap setia berdoa dan menanti jawaban yang tak pasti. Terkadang saya harus mengeluarkan jawaban jitu untuk setiap doa yang belum dijawab : 'Tuhan pasti sedang memberikan yang jauh lebih baik dari yang saya doakan' yah, jawaban jitu ini selalu berhasil membuat saya untuk terus rajin berdoa, berpengharapan dan bersemangat.
Saat saat sukar 'Doa' menjadi sahabat terbaik.Tuhan terasa sangat dekat. Saya bahkan bisa membayangkan Tuhan yang dengan sengaja membiarkan berbagai penderiataan datang lalu dengan bahagianya tertawa. Yah, Tuhan terlihat begitu bahagia melihat saya berjuang sendiri, mencoba mengandalkan kekuatan saya hingga pada akhirnya saya menyerah dan meminta pertolonganNya.
Terkadang saya juga marah ko bahkan menyalahkanNya atas semua hal. Kenapa begini, begitu, harus berapa lama,.. Kadang juga menuntut, saya kan selalu mempercayakan hidup saya kepadaNya, tapi kenapa Dia tidak pernah memberikan hidup yang enak. selalu saja ada pelajaran pelajaran yang menyakitkan yah walaupun bermakna pada endingnya. ternyata, karena Dia guru terbaik, katanya 'kalau dikasih yang enak enak terus jadinya malah manja, minta disuapin terus, apa apa minta, merengek, ngambek, ngancem and blaa..blaa... jadi, jangan heran kalau ikut Dia didikannya 'keras'. hal lain yang membuat saya tetap hidup dalam Dia adalah' karena Dia lah yang menciptakan saya, jauh dalam kandungan Dia sudah merancang hidup dan masa depan terbaik untuk saya, jadi wajar saja kalau Dia mengenal saya melebihi diriku sendiri.
Sekarang saya sangat paham, ketika dengan jujur Dia mengijinkan masalah demi masalah muncul sehingga membuat saya tertekan, lemah bahkan sampai menyerah. Karena Dia tau kemampuanku, seberapa kuat aku bisa berjuang dan mengandalkan kemampuanku sendiri.
Lalu Dia jujur dan mengingatkan saya bahwa Dia rindu saya memanggilnya 'Bapa' Dia rindu melihat air mata tulus dan tangisan tangisan manja dari seorang anak. iyah Tuhan, pada akhirnya saya pasti akan menangis, berlutut, menutup mata, melipat tangan dan Berdoa kepadaMu...
Mungkin jawaban doa tidak selalu 'Ya' tapi saya tetap belajar untuk tekun.
Seorang sahabat berkata :
1. Doa itu, sekalipun tidak tampak apa apa, bukan berarti tidak ada apa apa
2. Doa berkuasa untuk mengubah segala sesuatu
Jawaban doa selalu ada walau apapun bentuknya. Saya sedang belajar berdoa tanpa memaksaMu memberi jawaban 'YA', karena Kau lebih tau yang saya butuhkan bukan yang saya inginkan.
Jangan berhenti, berdoalah sampai sesuatu terjadi !!